Posts

Showing posts with the label Ternyata

Jangan Sampai

Beberapa banyak kalangan pemuda-pemudi zaman sekarang yang kritis. Bukan zaman sekarang saja, dulupun masa orde baru juga pemuda pemudi menjadi tonggaknya perubahan. Yang ku ingin bahas kali ini pemuda-pemudi yang terlalu kritis perihal agama. Sepertinya lebih baperan daripada santri yang pakai sarung dan peci. Apalagi dengan statusnya yang mahasiswa. Mereka seperti orang lugu yang gampang dimasuki pikiran pikiran mereka. Apa yang menurutnya logis dan berakal serta ada dalilnya, mereka gampang untuk bisa di jaring. Aku sering mengikuti forum maupun akun-akun yang katanya "sehat". Tapi nyatanya banyak yang sepertinya waras tapi kurang waras. Seperti hanya mengandalkan Al-Qur'an dan Hadits saja tanpa dikaji lebih dalam . Padahal sabahat nabi, para waliyullah pun dengan sabar belajar, mengkaji dengan waktu yang lama. Mereka kurang memahami prinsip agama. Prinsip agama diantaranya tentang para ulama atau para waliyullah, ijma' qiyasnya hukum agama. Mereka belajar secara ...

Pasangan Kita

Tentang masa depan. Masa depan itu bisa terhitung 1 detik kedepan, tak perlu menunggu 2 3 10 tahun untuk bisa dikatakan masa depan. Entah masa depan kita akan disandingkan dengan kematian ataukah disandingkan dengan jodoh kita dulu, wallahu a'lam tidak ada yang tahu kecuali Allahu Rabbi. Jika memang rezeki kita dipasangkan dengan jodoh kita dulu, tidak lain kita nanti tetap akan merasakan dipasangkan dengan kematian. Perlu kita muhasabah diri. Dalam firmannya di : Surat Al-'Ankabut Ayat 57 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan” Surat An-Nisa' Ayat 78 “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh“ Semua yang bernyawa akan mati, baik yang sehat ataupun sakit, baik sombong maupun yang rendah hati, baik yang lemah ataupun yang kuat, baik hewan maupun manusia ataupun yang bernyawa lainnya semua akan merasakan mati. Kematian bukanlah suatu kengerian. Kengeri...

Kata Ibu Tentang Ibu Jari

Ibu pernah berkata bahkan bercerita tentang kegunaan ibu jari atau yang biasa kita sebut jempol. Kata ibu, ibu jari ini bisa digunakan sebagai pembaca watak atau sifat seseorang. Untuk jempol yang melengkung berarti sifat asli orang tersebut baik, penyayang, lemah lembut. Sedangkan jempol yang lurus, Ibu tak berkata apapun. Hanya menceritakan tentang kegunaan ibu jari yang melengkung saja.  Sadari tidak sadari akupun jadi sering mengamati jempol orang yang pernah aku temui. Memang benar kata ibu, beberapa orang yang aku temui dengan jempol yang melengkung dan condong sangat melengkung orangnya sangat humble dan supel serta sangat baik. Bukan berarti yang lurus itu tidak baik lho ya, disini aku cuma membahas jempol melengkung. Tidak mutlak jempol melengkung itu baik dan jempol lurus itu tidak baik. Hanya sebuah pengamatan saja, jari melengkung atau jari lurus itu tak mempengaruhi sifat, hanya saja memang kebetulan yang aku temui orang baik itu jempolnya melengkung. 

Kepenthok Dashboard

Inilah aku anak kedua dari 4 saudara. Dimana aku punya kakak laki-laki yang sudah menikah. Dan jadi akulah yang seperti kakak pertama di rumah. Kesana kemari mengikuti kehendak orang rumah. Kadang ketika adik-adik minta keluar maen bareng, aku dengan semangat mengiyakan. Mau kondisi badan sehat atau kurang sehat tetap harus mengiyakan, kalau tidak, bisa bahaya. Bisa pada "merengut" seharian sama kakaknya dan pada nggak bisa diajak ngomong semua. Bahaya lagi kalau aku ternyata keceplosan menjanjikan sesuatu dan tak terasa aku bener-bener lupa, bisa "disantlap" abis-abisan wkwkw.  Begitu aku mengeluarkan motor, adik-adikku sudah stand by di halaman. Biasa selalu dibuat buru-buru sama adik. Kadang "macak" slow but sure, tapi selalu kena "towel" adik. Kebiasaan kalau keluar sendiri dan adik lihat, kadang "kelayu" alias maunya iktu mulu. Hmmm...bener berasa jadi kakak pertama dan berasa kek orang tuanya. Ketika kami berangkat boncengan 3, lu...

Obat Hati Itu 5 Perkaranya

Berikut kita lihat penjelasan Imam Nawawi dalam  At Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur’an . Ibrahim Al Khowash berkata, obat hati itu ada lima: 1- Membaca Al Qur’an dan  tadabbur  (merenungkannya) 2- Rajin mengosongkan perut (dengan  gemar berpuasa ) 3- Mendirikan shalat malam ( shalat tahajud ) 4- Merendahkan diri di hadapan Allah (dengan  do’a dan dzikir ) di akhir malam (waktu sahur) 5- Bermajelis ( bergaul ) dengan orang-orang sholeh. ( At Tibyan  karya Imam Nawawi, hal. 87). Ngaos Qur'an (tadabbur), puasa (Siam), tahajud, dzikir, kempal ta'lim kalih tiyang alim (Sholih) Coba praktikkan amalan di atas, niscaya kita akan merasakan kesejukan dan penyejuk hati. Itulah obat hati yang paling mujarab. Semoga Allah menganugerahkan kita hati yang selamat dari berbagai macam noda.

Kitab Alala

Terjemah syi'ir Alala dalam bahasa Jawa dan Indonesia SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU اَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ ELINGO DAK HASIL ILMU ANGING NEM PERKORO BAKAL TAK CERITAAKE KUMPULE KANTI PERTELO ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ RUPANE LIMPAT LOBO SOBAR ONO SANGUNE LAN PIWULANGE GURU LAN SING SUWE MANGSANE Ingatlah..... kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadz dan lama waktunya. ۝ MENCARI TEMAN عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ ۞ فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـــــارِنِ يَقْتَــــــــــدِيْ JO TAKON SONGKO WONG SIJI TAKONO KANCANE KERONO SAKTEMENE KANCA MANUT KANG NGANCANI فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـــــهُ سُــرْعَةً ۞ فَاِنْ كَانَ ذَاخَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَــــــــــــدِيْ YEN ONO KONCO OLO LAKONE NDANG DOHONO YEN ONO KONCO BAGUS ENGGAL NDANG KANCA...

Kitab Ta’limul Muta’alim Thariqatta’allum

Dikutip dari :  Link بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ وسميته:  تعليم المتعلم طريق التعلم وجعلته فصولا: فصل : فى ماهية العلم، والفقه، وفضله. فصل : فى النية فى حال التعلم. فصل : فى اختيار العلم، والأساتذ، والشريك، والثبات. فصل : فى تعظيم العلم وأهله. فصل : فى الجد والمواظبة والهمة. فصل : فى بداية السبق وقدره وترتيبه. فصل : فى التوكل. فصل : فى وقت التحصيل. فصل : فى الشفقة والنصيحة. فصل : فى الإستفادة واقتباس الأدب. فصل : فى الورع. فصل : فيما يورث الحفظ، وفيما يورث النسيان. فصل : فـيمـا يجـلب الـرزق، وفيـما يمـنع، وما يزيـد فى العـمـر، وما ينقص. Kitab ini bernama  Ta’limul Muta’alim Thariqatta’allum. Yang terdiri dari tiga belas pasal. Pertama, menerangkan hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaannya. Kedua, niat dalam mencari ilmu. Ketiga, cara memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan. Keempat, cara menghormati ilmu dan guru Kelima, kesungguhan dalam mencari ilmu, beristiqamah dan cita-cita yang luhur. Keenam, ukuran dan urutannya Ketujuh, tawakal Kedelapan, waktu be...