Posts

Kata Hati #2

Aku mencintaimu karena pesona ketampananmu. Bagaimana jika ketampanan itu pudar? Akankah cinta itu ikut pudar? Aku mencintaimu karena harta yang ada pada dirimu. Sesungguhnya harta juga titipan, jika tiba-tiba hilang mungkinkah cinta masih bertahan? Aku mencintaimu karena kesholehanmu. Bila seiring perjalanan waktu kutemui sedikit cacat pada akhlaqmu, berkurangkah cintaku padamu? Aku mencintaimu karena luasnya ilmu pengetahuanmu. Namun bila ilmu yang kau miliki juga ku kuasai, akankah cinta hanya sebagai pelengkap saja? Sebanyak apapun alasan yang ada pada dirimu, sehingga membuat dirimu sempurna atau terlihat biasa dalam pandanganku Biarkan aku mencintaimu karena Allah. Dimana rasa cinta itu hadir bukan karena kesempurnaanmu. Sesungguhnya kesempurnaanmu mampu ku lihat di saat aku mau belajar mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Oleh karena itu biarkan aku mencintaimu karena Allah.. Dimana ketika rasa cintamu terhadap Allah berkurang, aku akan berusaha untuk menghadirk...

Kata Hati #1

Kugoreskan isi hatiku disini, karena daku tak ingin menodai imanmu, daku tak ingin Allah kurangkan rasa cinta ini padamu, Daku tak ingin menyentuh hatimu saat ini, daku ingin melindungi kesucianmu dari euphoria syaitan, taukah engkau, jika daku katakan "aku cinta kamu", kata-kata seperti ini akan merusak iman, karena kau belum menjdi kekasih halalku dan syaitan akan menertawakanku. Biarlah Allah yang membisikkan nada nada cinta ini, Biarlah Allah yang menyampaikan cintaku padamu yang terpatri dihati, menyatu dikalbu, menyampaikan rinduku dikala siang dan malam..

Syukron Ya Rabb

Coba mencermati Coba menelaah Coba memahami Coba mengamati Bukan semata-mata coba mencoba Benar benar saya lakukan Ketika Allah selalu membuat saya tertegun dan tak habis pikir Bagaimana mencermati tiap kondisi Sesuatu yang tak disangka Hal yang selalu ku pinta Dan tetap bersabar jika belum diberi Tetapi Allah menjanjikan yang lebih baik yang lebih bagus yang lebih bermanfaat lagi Kejadian kejadian yang selalu berkaitan antara masa lampau sampai masa kini hingga masa depan Kepekaan ku terhadap rasa syukur kian tak henti-hentinya Di tiap 5 waktu ku ucapkan di akhir ritual Ampuni hamba jika ternyata banyak kurang pekanya, baru mampu mengucap syukur apapun keadaannya Selalu berusaha bekhusnudzon denganMu Ampuni hamba jika mulai terlena, peringatkan hamba apapun yang Kau kehendaki demi mengingatkan hamba Hanya padaMu lah tempat mengadu dan meminta Syukron ya Rabb

Kamu Itu Banyak Fansnya

Kamu itu banyak fansnya. Kamu itu famous.  Iya, beberapa kali saya dengar "namamu" dari beberapa orang yang kukira tak mengenalmu. Sedikit gosip, waktu itu adikku bercerita tentangmu. Dia bercerita waktu itu di kelas ada seorang temanku yang kebetulan sedang mengemban tugas amanah dari dosennya untuk menggantikan dirinya yang sedang dinas di luar kota. Temanku ini mengisi kelas adikku. Ketika dia sedang mengajar, ada seorang teman adikku yang nyeletuk kepada temanku ini dengan bertanya, apakah mbak kenal "namamu" ? tapi temanku ini tidak menggubris karena waktu itu sedang rame-ramenya mengerjakan tugas, jadi dia tak sempat untuk menjawab. Sontak adikku pun kaget. Bisanya dia kenal kamu, padahal antara teman adikku dan kamu itu sudah beda instansi dan jelas diapun sepertinya tidak mengenalmu. Dan beberapa cerita ada teman dari temanku pun menanyakan tentang siapa dirimu. Akupun melongo. kok bisa tau ya ? hmmm... Dan ternyata kamu ini terkenal dimana-mana apalagi dika...

Yesterday is History | INDONESIA NEXT APPS 4.0

Bertepatan tanggal 27 Juli kemarin adalah acara INA 4.0 dari Samsung yang diselenggarakan di Hotel Sahid Rich, Jogja. Disini saya tidak sendirian, tidak lagi menjadi pendekar. Kami janjian berlima orang. Banyak juga rupanya. Sehari sebelum hari H kami janjian untuk berangkat pagi. Janjinya sih jam 6 pagi ya, saling tunggu menunggu di perempatan Hotel Kresna, entah kenapa jadinya malah berangkat jam 7 lebih, keterlaluan sekali molornya. Wah rodo ngebut nih nanti, pikirku. Karena dirundown acara yang di emailkan kemarin, acara mulai jam 8 dan pembukaan jam 9.  Semua sudah berkumpul. Saya berboncengan dengan teman cewek. Sebelum berangkat saya tanya teman-teman sudah sarapan belum, jika belum saya sarankan untuk belok ke minimarket sekedar untuk mengganjal perut dulu, biar lebih konsentransi. Alhamdulillah ternyata ada yang sudah ada yang belum. Tapi saran saya ini diindahkan, mereka kekeuh untuk berangkat saja, bisa sarapan nanti kalau sudah sampai di tempat saja. Oke, ya sudah karen...

Sesuatu Yang Menjadi Tak Tenang

Perasaan dimana tak terasa merasa diawasi terawasi Merasa ada yang membuntuti, merasa was-was dan tak tenang Ku alami semenjak aku sering aplut beberapa foto tentang diriku di media sosial Khususon media sosial Instagram Di akun Instagram saya, banyak terpampang foto saya disana Yaiyalah akun saya fotonya juga ya foto saya ✌😂 Hati berkecamuk ketika saya coba scrolling foto dari atas sampai ke bawah Merasa ada yang ganjil jika tak coba ku ubah sesuatu di akun ini Yang kutakutkan adalah ketika ada seseorang  yang ternyata menyimpan foto saya sebagai koleksi secara diam-diam Atau ada yang diam-diam stalking Jariyah yang tak ku sadari akan menjadi mara bahaya bagi saya sendiri Benar benar saya takut Kebulatekadkan niat untuk mengarsipkan foto, hidden private agar tak mudah orang melihat foto saya Ternyata banyak sekali foto ku ini Mengarsip foto sambil taubat Ampun ya Allah Mohon ampun Istighfar terus menerus Semoga Allah mengampuni Ternyata inilah hati nuraniku, ternyata...

Yang Belum Sempat Tersampaikan

Sepertinya ... Ah ini bukan sepertinya lagi Benar, akupun merindukan sosok beliau Waktu itu adalah pertama kita bertemu Yang kusayangkan hanya sebentar ku lihat sosok bersahajamu itu Diwaktu sakitmu itu nampak wajah tegar dan ikhlas Tak ada raut wajah sedang menahan sakit Dan ku lihat betapa dekatnya dirimu dengan beliau Do'a h arapanku waktu itu semoga lekas sembuh sehat wal'afiat, panjang umur dan kita bisa dekat ketika dirimu dan diriku semoga disatukan, bercerita tentang dirimu atau tentang apapun mengenai perempuan dan sosok ibu Siapa sangka takdir berkata, bertatap muka, bersalaman dan mencium tangan dengan beliau adalah pertama dan terakhir Hati ini berdegup kencang ketika waktu itu aku lewat depan gang rumahmu Bendera putih berkibar Aku berhenti sejenak memastikan itu bukan beliau Tak bisa memastikan itu, aku bertanya temanku tentang berita ini Dan ya itu benar beliau Hati ini berdegup lebih kencang lagi Kuajak temanku untuk mencoba menghiburmu Lekasku sampai rumah lang...