Posts

Ego ?

Perjalan waktu dan hati yang terlalu berharap kepada manusia, (sepertinya) bukan lagi  kepada sang Kholiq. Egoku yang masih terlalu tinggi, doa itu sungguh bukan semata doa. Doa itu sudah terselip oleh iblis dan ego yang ternyata belum bisa aku kendalikan. Sekali lagi, aku terlena. Mindsetku tentang jodoh sudah menjerumuskanku dengan otak yang selalu berprinsip iya itu benar, tenang teruskan saja. Astaghfirullahal'adzim.... Kali ini mindsetku akan aku hijrahkan bahwa : 1. Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri. 2. Pahami dan yakinlah bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah. Sangat bahaya ketika keduanya tidak benar-benar di fahami. Jauh dari Allah maka akan tertipu dalam perjodohan, bisa jadi yg tidak baik terlihat baik, bahkan tidak ketemu ketemu. Periksa shalat kita sudah benar atau belum. Bagaimana dengan sunnah-sunnah yang lain ? Bagaimana memperlakukan orang tua kita ? ...

Supermoon

Pada tanggal 14 November 2016 adalah momentum langka yaitu momen dimana bulan berada dalam jarak terdekat dengan bumi sejak 1948, biasa diistilahkan masyarakat umum yaitu Supermoon. Tak ingin melewatkan momen tersebut, sayapun keluar rumah dengan udara yang semakin dingin. Meyiapkan ponsel berkamera untuk mengabadikannya. Sayang seribu sayang, awan mendung menutupi terangnya bulan. Sambil menunggu awan meninggalkan terang bulan. Akhirnya penantianku berujung juga walaupun tidak terlihat bagus-bagus banget. Langsung menyiapkan posisi yang enak buat foto. Dan.... cekrek. Gak saya tampilkan fotonya lah ya, hasilnya kurang bagus soalnya.  Dari momen itu saya jadi teringat bacaan bahwasannya bagian dari tanda dekatnya hari kiamat adalah bulan terlihat dalam satu malam seperti untuk dua malam ( maksudnya: lebih besar dari biasanya ), dan banyak terjadi mati mendadak dan masjid dijadikan tempat lewat. Saya telaah lagi, saya fahami, saya coba pratinjau bagaimana kejadian, peristiwa yang sa...

Maknyir

Kali ini saya ingin bercerita tentang aku dan jerawat.  Aku  yang menahun aku yang dihinggapi entah hormon apa, sampai jerawat muncul di tiap bulannya. Saya kira di mulai sejak duduk di bangku SMP. Dimana sudah memasuki masa pubertas. Bukan kotor karena tak dibersihkan (cuci muka) dan di tiap malam yang selalu diberi krim anti jerawat dan sebangsanya. Tapi sepertinya efek hormon yang berlebihan. Hormon apa akupun tak tau. Sejak SMP dimulai dari dahi, jerawat yang muncul 1 lalu muncul 2, kempes 2 muncul 1 lagi, kempes lagi muncul lagi, begitu seterusnya sampai saat ini saya mengetik tulisan ini. Semua langkah dari tradisional sampai dokter pun masih sama hasilnya, tetep muncul terus. Kadang bekasnya pun lama hilangnya.  Anyway, baru kali ini saya punya koleksi jerawat yang bisa dibilang menggelikan dan bikin nyeri. Apa ya ada jerawat malah bikin pusing kepala, disentuh langsung 'maknyir' sakitnya minta ampun. Dan sampai saat ini masih misteri, kapan saya bebas dari jerawat...

Umur Manusia Siapakah Yang Tahu ?

Pagi cerah dengan sekumpulan todo list yang sudah saya buat di malam hari. Niat hati semoga semua list ini selesai dengan tangan yang sudah menanti untuk mencoret todo list. Todo list yang menggelisahkan hati, membuat tangan, mata dan otak seakan terkuras berkonsentrasi untuk menyelesaikannya.  Buka hape, cek notifikasi. Ada WA dari temen female dev Jogja. Saya di tawari buat jadi fasilitator Indonesia Android Kejar Batch 2. Katanya keurangan fasilitator untuk chapter Jogja. Jika IAK Batch 2 Jogja tidak jalan, maka untuk tahun depan IAK akan di skip, artinya tidak akan ada lagi IAK di Jogja. Wah, bingung saya, antara iya atau tidak. Banyak pertimbangan yang harus saya lalui. Ketika saya iyakan, maka akan bertumpuklah kerjaanmu, lagipula saya masih terlalu bodoh untuk menjadi 'pengajar' yang notabene saya juga adalah participant level advanced (abal-abal) yang masih perlu banyak belajar, belum lagi jika harus bolak balik Jogja dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam yang berarti PP ...

Bukan Anak Perantauan

Image
Saya awali cerita ini pada hari jum'at minggu kemarin. Dengan kelalaian tugas yang belum saya kerjakan, Seketika dari rumah langsung menuju kampus, dengan santai menikmati perjalanan ke kampus. Sampailah di tempat kos teman terlebih dahulu. Saya  angkut  nebengin teman ke kampus. Sampai di kampus langsung ngerjain tugas besar bareng rombongan. Tugas yang saya rasa instruksinya sangat sangat kurang jelas. Sudah berusaha tanya ke dosen, niat hati agar lebih paham maksud dari tugasnya, tapi malah dibawa puterputer dan semakin nggak jelas, ya sudah saya iyakan, agar tidak ada konflik yang berkepanjangan. Selang beberapa jam, tugas pun tak kunjung kelar. Saya tutup laptop, niatnya mau tak kerjakan di rumah, saya keluar dan meninggalkan teman-teman yang masih berkutat dari tugas gaje. Tujuan selanjutnya ke markas, schedule minggu ini adalah bersih-bersih markas, tapi saya tidak ikut, sampai di markas saya sudah menikmati markas yang sudah bersih dengan tata ruang yang baru. Di ...

Mahasiswa atau Paranormal

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan sarjana, memasuki setengah perjalanan dari semester 5. Yang sering mendengar bisikan dari kakak tingkat maupun dari dosen, bahwasannya semester 5 adalah semester dimana mahasiswanya akan mulai merasakan titik kejenuhan perkuliahan. Sadari tidak disadari memang sepertinya mendekati kebenaran. SKS yang besar di tiap mata kuliah seakan menjadi sebuah tantangan sendiri. Hanya teori tidak ada praktikum.  Judul mata kuliah yang arang di dengar telinga saya, antara penasaran dan keingin tahuan berbaur menjadi satu. Semakin njlimet isi materi mata kuliah, semakin garang juga dosennya. Semua mata kuliah di semester ini, tugas selalu available, kadang lebih dari satu. Membuat mahasiswanya ekstra mengerjakan dengan sepenuh hati, baik berkelompok maupun individu. Dari paper sampai presentasi. Dari pagi sampai malam.  Walaupun kadang jadi mengerjakan sendiri yang notabene berkelompok. Puk numpuk numpuk. Antara hati senang dan otak jadi ru...

Dadio Wong Ojo Medit

SEDEKAH HARTA Ilustrasi : Suatu ketika adik minta dibelikan jajan, berhubung ibu tidak bawa uang dan waktu itu kakak punya uang cukup untuk membelikan jajan untuk sang adik, maka ibu meminta sang kakak untuk membelikan jajan dengan uang kakak dan ibu berjanji akan mengembalikan uang yang sudah dijajakan. Tapi sang kakak tidak mau, ada kekhawatiran dari sang kakak kepada sang ibu, dia takut uangnya tidak akan dikembalikan.  Karena sang kakak yang tidak mau membelikan jajan tersebutlah sang ibu sedikit kesal, karena sang kakak tidak mau meminjamkan uang untuk jajan sang adik, yang notabene uang kakak adalah juga dari ibu. Padahal ketika sang kakak mau membelikan jajan, hati ibu akan senang tiada tara, anaknya nurut. Karena patuh tersebut, ibu mengembalikan uang sang kakak dengan berkali lipat. Sebagai bentuk penghargaan untuk sang kakak yang sudah mau meminjamkan dan sifat nurut apa yg diminta ibu. Begitupun juga Allah sang pemilik seisi alam semesta ini. Kita yang dititpkan harta. Y...